Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius Bab 47

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius Bab 47

GET IT 

Bab 47 

Pagi makan ikan, sore makan telur, bahkan Bupati pun tidak bisa makan semewah ini!” 

Omong kosong, Bupati selalu makan dengan delapan lauk dan empat sup setiap hari, tentu saja jauh lebih mewah daripada makanan kita!” 

Benar, Bupati mengurus satu kabupaten, jadi sudah pasti makanan kita tidak semewah makanan Bupati. Tapi, ini sudah pasti lebih mewah daripada tuan tanah dan pemilik desa!” 

Pasti, Pak Agus juga tuan tanah, tapi mereka hanya makan daging sebulan sekali. Sebelumnya, keluarga Budi juga kaya, tapi hanya makan daging 10 hari sekali, mereka kalah jauh dari kita.” 

Wira benarbenar murah hati!” 

Apa yang sedang dilakukan oleh keluarga Wira? Kenapa Danu dan Doddy berjaga di pintu?” 

*Jangan tanya pertanyaan yang bukan urusanmu, fokuslah pada pekerjaan kita Wira tidak akan merugikan kita,” 

Ketika malam tiba, makan malam tim penjual ikan telah disajikan Semua anggota tim penangkap ikan menikmati roti kukus yang berisi daging

Beberapa orang hanya memakan dua buah roti dan menyisakan beberapa untuk dibawa pulang kepada keluarga mereka. Bahkan saat tahun baru pun mereka belum tentu bisa makan roti isi daging seperti ini

Sebagian orang memperhatikan rumah Wira. Sejak tim penjual ikan kembali, pintu rumah Wira langsung tertutup rapat. Hanya Herman dan Hamid yang berada di dalam sana, bahkan Hasan dan Sony juga dikeluarkan.

Sementara itu, Danu dan Doddy berjaga di pintu. Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang sedang terjadi. Tidak hanya orang di luar, Herman dan Hamid yang bekerja di dalam juga bingung 

dan tampak cemas

Setelah tim penjual ikan pulang, mereka membeli lebih dari 100 kilogram lemak daging, satu sekop kapur tohor, satu keranjang bumbu rendaman, satu keranjang soda api, 10 keranjang kelopak bunga kering, dan satu bungkus besar rempahrempah.

Menurut Sony, semua barangbarang itu menghabiskan sekitar 50.000 gabak. Namun, Wira 

memerintahkan para juru masak untuk menggoreng lemak daging menjadi remah, yang 

kemudian digunakan untuk membuat isian roti untuk tim penjual ikan

Mereka juga membuat larutan dengan mencampurkan kapur tohor, air, dan soda api, yang akan merusak kulit jika sampai terkena percikannya

Kemudian, Wira mulai berfoyafoya! Dia menuangkan larutan ini ke dalam lemak daging dan 

mengaduknya dalam panci besar menggunakan tongkat. Larutan ini akan membakar kulit jika sampai terkena percikannya. Namun, Wira malah mencampurnya dengan minyak daging!

Herman dan Hamid sangat khawatir dan merasa sedih! Benarbenar mubazir

Di desa, lemak daging adalah benda berharga. Semua orang bahkan tidak tega memakannya

Melihat lemak daging yang dicampur dengan larutan itu, hati Herman dan Hamid seakanakan 

meneteskan darah

Saat mereka mengaduk dengan kayu, aroma lemak daging semakin memudar, dan kedua orang itu meneteskan air mata

Tidak bisa dimakan lagi! Semua lemak daging ini sudah hancur

Mereka pasti akan dihukum Tuhan karena telah menyianyiakan lemak daging ini! Hanya saja, karena Wira telah memberi perintah, mereka tetap harus melakukannya meskipun hati mereka 

tidak rela.

Setelah panci besi mendidih, api mulai dikecilkan dan kedua orang itu terus mengaduk 

semalaman

Ketika fajar tiba, mereka menuangkan air rendaman dari rempahrempah ke dalam panci dan 

terus merebusnya

Tak lama kemudian, adonan dalam panci terbagi menjadi tiga lapisan. Sesuai dengan instruksi Wira, mereka mengambil adonan bagian atas dan mencampurnya dengan bubuk bunga kering dan rempahrempah, kemudian memadatkannya dalam kotak kayu.

Mereka juga mengambil adonan tengah, mencampurnya dengan sumbu lampu, dan 

memadatkannya dalam cetakan lilin

Hingga akhirnya, mereka memasukkan limbah dasar panci ke dalam tong

Ketika fajar menyingsing, Wira mendorong pintu dan meregangkan tubuhnya dengan malas. Dia bertanya, Sudah selesai?” 

Herman menjawab dengan sedih, Sudah…. 

Hamid hanya menunduk terdiam. Lima kilogram lemak daging dan rempahrempah habis

semua!” 

Melihat kedua orang tersebut hampir menangis, Wira terkejut dan bertanya, Paman Herman

Paman Hamid, apa yang terjadi? Kalian terlihat begitu sedih, apakah kalian kedinginan semalam?” 

Tidak Keduanya memaksakan senyum

Barangbarang itu milik Wira, mereka hanya sebagai pembantu yang digaji 3.000 gabak per bulan. Jika Wira ingin membuang barangbarang bagus, mereka juga tidak punya pilihan

Kerja bagus!” 

Wira mengambil sepotong sabun dan menciumnya, lalu mengambil sebatang lilin untuk memeriksanya. Pada akhirnya, dia berjalan menuju tong yang berisi cairan limbah

Pembuatan sabun melibatkan proses saponifikasi

Benda yang paling berharga di dalamnya bukanlah sabun atau lilin, tetapi limbah cair tersebut. Limbah cair tersebut mengandung gliserin, yang bisa dimurnikan dan digunakan untuk membuat bahan peledak, arak buah, kaca, penyamakan kulit, dan masih banyak kegunaan lainnya

 


Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Score 9.9
Status: Ongoing Type: Author: Artist: Released: 12/18/2023 Native Language: indonesia
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius" is a novel exploring the adventures of a brilliant mind navigating the intricacies of time. Fusing science fiction and intellect, the story delves into the genius's journey through temporal dimensions, unraveling mysteries that challenge the boundaries of knowledge and reality.  

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Detail Novel

Title: Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius
Publisher: Rebootes.com
Ratings: 9.3 (Very Good)
Genre: Romance, Billionaire
Language: indonesia

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Sinopsis/Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Terlempar ke masa lalu, Wira menemukan dirinya di sebuah rumah kumuh tanpa harta. Ternyata, dia masuk ke tubuh sarjana tidak berguna yang hanya tahu berfoya-foya dan menyakiti istri.Tidak bisa! Wira yang di dunianya seorang sarjana genius tidak terima nasib ini! Dia akan mengubahnya!Dengan seribu satu cara yang dia ketahui dari masa depan, Wira akan membuat dirinya orang terkaya di kerajaan!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Options

not work with dark mode
Reset