Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius Bab 46

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius Bab 46

Bab 46 

Kedua orang itu menyadari bahwa pekerjaan ini pasti seperti rahasia menangkap ikan. Mereka akan bisa menghasilkan banyak uang

Aku tidak akan memberi tahu siapa pun. Bahkan kalau kakakku bertanya, aku akan menyimpan rahasia itu sampai mati!Hamid buruburu memberikan jaminan

Kalau sampai aku membocorkan rahasia, aku akan disambar petir!Herman bahkan 

menyumpahi dirinya sendiri

Hanya dengan sebuah rahasia menangkap ikan, Wira bisa menghidupi begitu banyak orang di desa ini, jadi pastinya rahasia ini tidak akan sederhana. Wira begitu memercayai mereka, tentul saja mereka tidak akan pernah mengecewakannya

Kerja dengan baik, kehidupan kita akan menjadi lebih sejahtera lagi!

Wira mengelus bahu mereka berdua, lalu mengangkat tangannya, Pergilah dan istirahatlah. Kalian bisa datang kembali untuk bekerja ketika tim penjual ikan pulang, mungkin akan sibuk 

semalaman.” 

Kedua orang itu pergi dengan semangat yang baru, mereka tidak lagi terlihat seperti sebelumnya

Setelah sarapan, Wira berjalanjalan di desa dan membeli 6.600 meter persegi tanah dengan harga 6.000 gabak per 600 meter persegi sebagai tempat untuk membangun rumah besar

Pada siang hari, dia pergi ke lokasi penilaian. Paman Hasan sangat bertanggung jawab dalam memilih orang. Para peserta diuji dengan membawa batu, perlombaan lari, dan melihat ketahanan dan kecepatan mereka dengan berjongkok. Dia memilih 20 pemuda terbaik untuk 

masuk ke dalam tim penjual ikan

Lima orang juru masak juga sudah dipilih

Pada pagi harinya, Paman Hasan dan istrinya, Bibi Hani, beserta istri Herman yang bernama Bibi 

Maya, dan istri Hamid yang bernama Bibi Sian, kakak ipar ketiga dan keempat Sony, semuanya 

berkumpul

Tim penjual ikan mendirikan tenda di depan rumah Wira dan memasang dua panci besar. Mereka 

membeli sejumlah beras, tepung kedelai, dan mi di desa. Sementara itu, ikan yang ditangkap oleh 

tim penjual ikan disimpan sebagian untuk makanan

Tepat saat tengah hari, makan siang disajikan. Ada kue, nasi, ikan rebus, sup telur dengan sayuran liar, dan tumis lobak

Para anggota lama tim penjual ikan dan 20 pemuda yang baru bergabung, berkumpul di sekitar meja makan. Banyak penduduk desa dan anakanak melihat dari kejauhan, termasuk Pak Agus

+15 BONUS 

Semua orang menatap makanan dengan air liur yang menetes

Sebuah perintah diberikan, dan anggota tim penjual ikan serta pemuda tim penjual ikan berdesakan untuk mengambil makanan. Mereka takut tidak kebagian jatah

Baris yang rapi!” 

Wira menggambar sebuah garis

Kerumunan itu langsung berbaris sesuai dengan garis itu untuk mengambil nasi, lauk, kue, dan 

sup

Benarbenar ada daging! Ik 

sebesar itu setidaknya pasti ada 250 gram!” 

Nasinya juga sampai menggunung di mangkuk! Ada juga telur di sup sayurannya, tumis lobak juga setengah mangkuk per orang. Bahkan, kuenya juga dibagi 3 buah per orang!” 

Katanya, kita bisa makan sampai kenyang!” 

Ini seperti tahun baru saja ya!” 

Jangan membual deh, kalian mana pernah makan seenak ini di tahun baru. Ada na 

syukur!” 

saja sudah 

Duh, iri sekali dengan mereka. Bergabung dengan tim penangkap ikan benarbenar sejahtera!” 

Para penduduk desa lainnya melipat tangan di depan dada sambil menatap semua orang itu dengan mata berbinar. Mereka bahkan tidak bisa berhenti menelan ludah

Baru dapat sedikit uang saja sudah seboros ini. Entah bagaimana mereka akan bertahan. menghidupi begitu banyak orang dengan makan daging. Dasar pemboros!” 

Agus menggeleng dengan wajah suram, seakanakan dia adalah orang yang lebih berpengalaman

Uang harus dihemat!” 

Melihat Pak Agus yang menyindirnya, Wira juga tidak segansegan menanggapi, Kalau orang yang sudah dapat uang banyak, tentu tidak perlu berhemat untuk halhal kecil. Pak Agus, makan. siang kalian apa hari ini?” 

Tentu saja ada daging!jawab Agus sambil meletakkan kedua tangannya ke belakang. Dia membusungkan dadanya karena tidak ingin terlihat kalah 

Pak Agus, tidak usah membual. Semua orang tahu tidak ada yang bekerja di rumahmu. Makan 

siang kalian adalah bubur.” 

Anakmu, Bayu, menangis berkalikali karena tidak mau makan bubur. Dia bahkan sampai tidak 

mau belajar!” 

Hahaha!” 

Kebohongan Agus langsung dibongkar oleh anggota lama tim penangkap ikan Sejak menjadi anak buah Wira, mereka tidak lagi takut terhadap Pak Agus 

Bayu Darmadi adalah anak Agus. Dia sangat bodoh dalam belajar

Omong kosong kalian! Rumahku seluas itu, mana mungkin makan siangku cuma bubur Aku mau pulang untuk makan daging sekarang Siang ini, makan siang kami adalah ayam rebus. Rasanya jauh lebih enak dari ikan!seru Agus dengan wajah memerah, lalu dia berbalik dan 

berjalan pulang 

Ada juga beberapa anak kecil yang menangis merengek kepada orang tua mereka karena ingin 

makan ikan dan kue

Wira membagikan beberapa potong kue kepada anakanak Dia tidak berani memberikan ikan 

karena takut anakanak itu akan tersedak durinya 

Tak disangka, begitu melihat Wira mendekat, anakanak itu malah menangis dengan semakin 

kencang

Dulu, dia adalah seorang pecundang Namun bagi mereka, sekarang Wira adalah orang yang lebih kejam daripada Budi 

Wira tidak tahu harus bagaimana bereaksi Dia terpaksa menyuruh Wulan untuk membagikan 

kue, barulah anakanak itu berani mengambilnya 

Kini, Wira baru benarbenar menyaksikan betapa mengerikannya nafsu makan penduduk desa yang miskin. Mereka sanggup memakan 3 mangkuk nasi, 5 potong kue, setengah mangkuk tumist lobak, dan meminum 3 mangkuk sup sayuran liar Daging ikan juga disantap hingga tak bersisa sama sekali. Begitu pula dengan 5 orang koki itu

Hingga ketika Wira menyuruh mereka untuk makan perlahanlahan karena nanti sore mereka. masih tetap dapat jatah nasi, para tim penangkap ikan baru meletakkan mangkuk mereka dengan enggan Selanjutnya, mereka baru pergi untuk bekerja 

Wira menyuruh mereka untuk istirahat sebentar, tetapi malah diprotes oleh para penduduk desa

Istirahat apanya? Kalau sudah kenyang, mereka sudah seharusnya mulai bekerja. Mereka bukan 

pejabat tinggi, jadi tidak ada alasan untuk bersikap manja

Pada sore harinya, tim penjual ikan kembali dengan dua kereta yang penuh masuk ke halaman Wira Herman dan Hamid juga datang, mereka melihat barangbarang yang sangat berbeda di kereta dan tidak dapat membayangkan rencana apa yang dimiliki Wira

Recharge Promo: 1100 Bonus Free 


Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Score 9.9
Status: Ongoing Type: Author: Artist: Released: 12/18/2023 Native Language: indonesia
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius" is a novel exploring the adventures of a brilliant mind navigating the intricacies of time. Fusing science fiction and intellect, the story delves into the genius's journey through temporal dimensions, unraveling mysteries that challenge the boundaries of knowledge and reality.  

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Detail Novel

Title: Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius
Publisher: Rebootes.com
Ratings: 9.3 (Very Good)
Genre: Romance, Billionaire
Language: indonesia

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Sinopsis/Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Terlempar ke masa lalu, Wira menemukan dirinya di sebuah rumah kumuh tanpa harta. Ternyata, dia masuk ke tubuh sarjana tidak berguna yang hanya tahu berfoya-foya dan menyakiti istri.Tidak bisa! Wira yang di dunianya seorang sarjana genius tidak terima nasib ini! Dia akan mengubahnya!Dengan seribu satu cara yang dia ketahui dari masa depan, Wira akan membuat dirinya orang terkaya di kerajaan!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Options

not work with dark mode
Reset