Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius Bab 40

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius Bab 40

Bab 40 

Melihat Wira mendukungnya, Doddy membusungkan dada 

dengan bangga

Prok prok prok….. 

Kembali terdengar suara tepuk tangan dari warga desa

Sebenarnya, warga desa tidak setuju dengan usulan tersebut. Bukan karena mereka tidak ingin menikmati hidup, tetapi karena mereka merasa tidak berhak. Selama bisa menghasilkan uang, apa artinya kaki terluka? Bahkan kaki mereka patah pun, mereka tidak akan mengeluh sama 

sekali

Wira berpikir sejenak, Begini saja, tim penjualan akan ditambah menjadi 30 orang dan dibagi menjadi tiga tim. Setiap hari, satu tim pergi ke kabupaten, satu tim pergi ke pasar, dan satu tim beristirahat di rumah. Dengan begini, mereka pergi ke kabupaten hanya tiga hari sekali.” 

Selain itu, jumlah kereta keledai akan ditambah menjadi tiga, dua di antaranya digunakan untuk mengangkut ikan, dan satu kereta akan digunakan bergantian oleh semua orang ketika kembali. Dengan cara ini, perjalanan pulang dapat diperpendek menjadi 15 km, sehingga tidak akan terlalu melelahkan bagi semua orang. 

Tidak, tidak bisa. Ini terlalu santai. Mana ada orang yang 

+15 BONUS 

bekerja bisa santaisantai begini?” 

Kalau tambah 20 orang, berarti harus menambah pengeluaran lagi. Apa kamu sanggup, Wira?” 

Sebagai orang desa, kami tidak semanja itu. Kami tidak takut kalau harus berjalan beberapa kilometer.Semua orang menolak usulannya dengan mata berkacakaca

Perlakuan Wira terlalu baik terhadap mereka. Para penduduk desa bahkan tidak pernah membayangkan akan diperlakukan sebaik ini

Baiklah, masalah ini ditetapkan begitu saja!” 

Wira melambaikan tangannya, lalu berkata, Selanjutnya!” 

Setelah Hasan, Herman, Danu, dan Doddy mengajukan usulan mereka, para warga desa lainnya juga mulai antusias mengemukakan pendapat mereka

Dari setiap masalah yang diajukan, Wira akan 

mengumpulkan pendapat penduduk desa, merangkumnya, dan membuat keputusan. Beberapa usulan diterima, sementara beberapa usulan lainnya ditolak

Semangat penduduk desa semakin meningkat dan membara! Terlepas dari apakah usul mereka diterima atau tidak, Wira selalu berbicara dengan lembut dan bersikap suportif terhadap mereka, kemudian menjadi yang pertama memberikan tepuk tangan

.15 BONUS 

Perasaan dihormati dan diberi semangat ini adalah sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Dalam kehidupan seharihari mereka, para bos kaya biasanya akan mengejek atau memarahi mereka

Pejabat pemerintah akan menyebut mereka sebagai pengacau, penduduk kabupaten akan menyebut mereka pengemis. Para bangsawan akan memanggil mereka kampungan

Hanya Wira, orang terpelajar ini, yang benarbenar menganggap mereka sebagai manusia. Perasaan rendah diri, ketakutan, keputusasaan, dan kekakuan yang ada sebelumnya, menghilang begitu saja ketika berada di sini

Semua orang tampak seperti keluarga, tidak ada yang 

merendahkan siapa pun, dan tidak ada yang merendahkan orang lain

Beberapa penduduk desa lainnya bahkan rela melakukan apa pun demi Wira

Pertemuan terus berlanjut! Di luar halaman, banyak penduduk desa yang menyandarkan tubuh mereka pada dinding dan mendengarkan dengan saksama

Halaman itu tidak kedap suara, jadi semua pembahasan dalam pertemuan itu bisa terdengar sampai di luar! Semua penduduk desa menatap mereka dengan mata berbinar- binar dan tampak iri

Kantin yang menyediakan makanan tiga kali sehari dan bahkan diberi jatah daging. Makanan ini bahkan lebih mewah daripada bos pada umumnya

+15 BONUS 

Tim penjual ikan hanya perlu pergi ke kabupaten selama tiga hari sekali, dan bahkan ada kereta kosong yang dipakai bergantian

Biasanya, hanya orang kaya yang sanggup naik kereta, sejak kapan orang kampungan seperti mereka ini punya kesempatan

Apalagi, setiap kali ada yang mengajukan pendapat, seisi halaman akan bertepuk tangan untuk menghargainya. Mendengarnya saja sudah membuat orang bersemangat

Para penduduk desa lainnya hanya tersenyum mendengar dari balik tembok. Ada yang mengepalkan tangan mereka dengan antusias, ada yang ikut bertepuk tangan. Seakan- akan, mereka juga berada dalam halaman tersebut

Di antara kerumunan itu juga ada Gandi, Gavin, dan Ganjar

Begitu mendengar Wira pulang ke Dusun Darmadi, ketiga bersaudara ini bergegas datang untuk meminta maaf

Tiga hari yang lalu, Gandi pulang ke rumah dan seluruh keluarga mereka sangat bersyukur. Ibunya bahkan ingin datang untuk memberikan penghormatan kepada Wira. Namun, mereka malah mendengar rumor bahwa Wira sedang berada di tempat hiburan.. 

+15 BONUS 

Ketika mendapat kabar bahwa Wira sudah datang, hari juga sudah malam dan rumah Wira sudah dipenuhi orang

Mereka terpaksa hanya bisa menunggu di luar pintu

Mendengar suara dari halaman rumah Wira, ketiga orang itu sontak berlinang air mata. Tuan Wir 

benarbenar orang 

yang sangat baik

Bisabisanya mereka mencuri dari orang sebaik ini, mereka memang pantas masuk neraka! Kini, hati ketiga bersaudara ini diliputi penyesalan yang mendalam. Tangisan mereka mengalir tak terbendung

Kalian semua sudah mengajukan begitu banyak pendapat. Sebagai wakil ketua tim penangkap ikan, aku juga mau 

mengatakan sebuah hal!” 

Sony maju dan berkata dengan wajah cemas, Kak Wira, tampaknya ada yang tidak beres dengan orangorang di pasar ikan beberapa hari ini. Ada yang mengincar kita!” 

Promo: TIDO Bonus Free 


Deceptive Charades Of Love By Jennifer Oven Novel

Deceptive Charades Of Love By Jennifer Oven Novel

Score 9.9
Status: Ongoing Released: 12/18/2023 Native Language: English
Deceptive Charades of Love" by Jennifer Oven is a captivating novel that explores the intricate layers of romantic relationships. Through nuanced characters and unexpected twists, Oven delves into the complexities of love, revealing the hidden truths and illusions that shape the emotional landscape of her narrative.

Deceptive Charades Of Love By Jennifer Oven Novel

 

Synopsis:

Night fell. The Smith family's house was brightly lit. A party was being held to celebrate Jess Smith's 18th birthday, the beloved child of the President of the Smith Group. She wore a pricey dress, looking happy and proud. Tonight, everyone's attention was on her. She felt happy and complacent. There was a sudden commotion in the crowd. "Is that the other daughter of Mr. Smith?" "She's just as beautiful as they say." Jess turned around when she heard the crowd's discussion and saw that Mia was coming downstairs. Although Mia wore a simple white dress instead of something grand, she was still a head-turner. She had captivating eyes and pretty red lips. Her perfect face and stunning figure overshadowed Jess. Seeing this, Jess was extremely jealous.  

Deceptive Charades Of Love By Jennifer Oven Novel

Detail Novel

Title: Deceptive Charades Of Love By Jennifer Oven Novel
Publisher: Rebootes.com
Ratings: 9.3 (Very Good)
Genre: Romance, Billionaire
Language: English
   

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Options

not work with dark mode
Reset